11.24.2012
Ketika bibir polos itu berbicara.
Ketika pulang sekolah. Saat itu terdengar adzan maghrib berkumandang. Mungkin, kalian bertanya, kenapa bisa pulang sekolah se "lembur" itu. Jujur, saya bingung bukan kepalang karena ternyata ada orang yang membuang waktu untuk menunggu sesuatu yang kalo menurut saya, sesuatu yang tidak begitu penting. Akan jauh lebih baik dan berguna jika saja waktu digunakan sebaik-baiknya dengan hal yang jauh lehih berguna ketimbang membuang waktu yang begitu berharga untuk hal-hal yang useless. Come on! Wake up already! Its just a waste of time! Someday, you'll be sorry on the future. And think like "if only im not wasting my time backthen". Hujan pun mengguyur bumi. Memang paling pewe lagi hujan-hujan begini itu ya... Tidur. Tapi itu cuma khayalan belaka saat itu. Saya stuck disekolah. Yang saya sadari dan sesali. Karena nunggu teman saya berhura-huta membuang waktu. Otomatis posisi saya pada saat itu juga.. Ya. Saya ikut membuang waktu saya yang berharga. Alhamdulillah, ada buku sosiologi berhubungan besoknya ulangan dan tadi bu susanti ga masuk padahal malam sebelumnya saya sudah belajar begadang bedagang. Jadi apa boleh buat gajadi ulangan. Diriku kembali membaca sosiologi sembari menunggu hujan reda. Banyak anak-anak bermain hujan-hujanan. Sebebernya saya juga pengen banget ikutan. Tapi masa nanti naik angkotnya basah luar dalem -_- jam set6 lewat alhamdulillah hujan mereda. Seperti kantib datang merazia. Bu sally dan nenek ciu mengusir semua anak-anak disekolah untuk pulang. Ada yang lagi latihan buat PGRI-pun diusir juga. Kasihan. Dan pas lagi mau pulang. Peristiwa itu terjadi. Tuan puteri ilang!!!!! What the heaven. Kemana tuan puteri ini pergi!?!?! Setan lewat dalam pikiran saya dan saya berfikir dengan muka licik 'tinggal aja yuk zi' diriku berani bertaruh ziah juga berfikir yang sama. Singkat cerita sang tuan puteri ketemu dan kami AKHIRNYA pulang!!! Dan sontak terdengar adzan maghrib berkumandang. Dijalan deket warung, kami bertemu bu ketu (tiwi) dan fitin. Akhirnya kami pulang bersama. Dan mampir di masjid deket sekokah untuk solat maghrib. Tadinya kami mau balik ke sekolah dan solat di sekolah. Tapi tadikan udah pada diusirin. Ketika sampai di masjid. Bu ketu dan saya langsung berwudhu. Ketika itu solat berjamaah sudah dimulai. Selesai berwudhu, solat berjamaahnya pun sudah selesai. Ada 2 orang anak kecil sedang melipat mukena sembari memerhatikan kami anak itu berkata "udah ketinggalan solatnya kak, udah selesai" kalimat itu seperti tamparan keras buat saya. Sampai perjalanan pulang kerumah, kalimat itu seperti terulang-ulang dipikiranku. Subhanallah, kalimat itu membuatku tersadar. Solat itu harus tepat waktu! Betapa seringnya saya tidak solat tepat waktu, bahkan terkadang menunda waktu solat. Terimakasih adik, telah membangunkanku dari lelap tidurku.

0 comments:
Posting Komentar